Om swastyastu,
Apa kabar teman-teman semua para pembaca? Smoga slalu dalam lindungan Ida SangHyang Widhi Wasa. Kali ini saya kembali memposting naskah dharma wacana yang merupakan bagian dari tugas sekolah saya dulu. Adapun judulnya adalah Catur Marga, mengenai penjelasan tentang catur marga itu sendiri saya peroleh dari buku Agama Hindu. Berikut ini saya berikan naskah Dharma Wacananya, smoga bermanfaat untuk teman-teman para pembaca...
CATUR MARGA
Terima kasih atas waktu dan
kesempatan yang telah di berikan kepada saya untuk menyampaikan sepatah atau
dua patah kata dharma dalam persembahyangan hari raya Saraswati ini. Namun
sebelum saya lanjut sambutlah pangenjali umat dari saya “ Om Swastyastu”.
Jero
mangku yang saya sucikan, Bapak PHDI beserta jajarannya yang saya hormati dan
umat sedharma sekalian yang saya muliakan.
Umat
sedharma dalam kasih dan lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berbahagia ,
kita sebagai umat beragama patutlah kita panjatkan puja dan puji syukur
kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa karena atas asungkerta waranugraha-Nyalah
kita masih di berikan kesehatan sehingga dapat berkumpul di tempat yang suci
ini, untuk melakukan persembahyangan.
Umat
sedharma dalam kasih dan lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berbahagia,
dalam kesempatan kali ini saya akan menyampaikan dharma wacana dengan judul
Catur Marga.
Umat
sedharma dalam kasih Ida Sang Hyang Widhi Wasa, kata Catur Marga berasal dari
akar kata “ Catur” yang berarti empat, dan “Marga” yang berarti jalan. Jadi
Catur Marga artinya empat jalan / cara untuk dapat mencapai moksa.
Umat
sedharma dalam kasih dan lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, adapun bagian –
bagian dari Catur Marga diantaranya yaitu:
1.
Bhakti
Marga
Yaitu proses atau cara mempersatukan atma dengan berlandaskan atas
dasar cinta kasih yang mendalam kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan segala
ciptaannya.
2. Karma Marga
Yaitu jalan atau usaha untuk mencapai kesempurnaan / moksa dengan karma
atau perbuatan yang baik tanpa pamrih.
3. Jnana Marga
Yang berasal dari kata “Jnana” artinya kebijaksanaan filsafat
(pengetahuan). “Marga” yang artinya jalan / cara. Jadi Jnana Marga artinya
mempersatukan jiwatman dengan Parama atma yang dicapai dengan jalan mempelajari
dan mengamalkan ilmu pengetahuan.
4. Raja Marga
Yaitu suatu jalan mistik (rohani) untuk mencapai kelepasan atau moksa.
Umat
sedharma dalam kasih dan lindungan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang berbahagia,
mungkin cukup sekian kata dharma yang sempat saya sampaikan dalam
persembahyangan kali ini. Namun sebelum saya tutup jika ada kata – kata yang
salah, baik saya sengaja maupun tidak disengaja saya mohon maaf, karena saya
hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kesalahan dan akhir kata saya tutup dengan
paramasanthi
“Om Santhi,,Santhi,,Santhi,,Om,,”
Dok. Made Suwirna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar