Naskah Dharma Wacana
Catur
Asrama
Terima kasih atas kesempatan yang
diberikan kepada tyang untuk menyampaikan sepatah kata dharma pada
persembahyangan rahine mangkin. Namun sedurungne tyang lanjut, sambutlah
panganjali umat dari tyang Om Svastyastu......
Ide Pinandita sane banget tyang
sucikan , Bapak PHDI beserta jajarannya sane tyang hormati, bapak/ibu umat
sudharma sane berbahagia yang tyang hormati pula.. Pada kesempatan kali ini
tyang akan menyampaikan sepatah kata dharma yang bertema Catur Asrama.
Tyang berdiri di sini bukan untuk menggurui umat sedharma melainkan hanya ingin
mengingatkan kembali apa yang dimaksud dengan Catur Asrama dan
bagian-bagiannya.
Umat sedharma dalam kasih Ida
Sang Hyang Widhi Wasa, Catur Asrama berasal dari bahasa Sanskerta yang terdiri
dari dua kata yaitu “ Catur “ dan “ Asrama “. Catur yang berarti empat, dan
Asrama yang berarti tempat, lapangan atau jenjang kehidupan yang harus dilalui
berdasarkan tatanan rohani , waktu, umur, dan prilaku manusia.
Umat sedharma dalam kasih Ida
Sang Hyang Widhi Wasa, adapun bagian – bagian dari Catur Asrama, yaitu :
1.
Brahmacari
Brahmacari terdiri dari dua kata
yaitu “Brahma” dan “cari”. Brahmacari merupakan ilmu pengetahuan
dan cari merupakan tingkah laku dalam mencari atau menuntut ilmu pengetahuan.
Jadi Brahmacari adalah masa menuntut ilmu pengetahuan. Tugasnya adalah belajar.
2.
Grhasta
Grhasta adalah jenjang kehidupan
yang kedua setelah brahmacari. Dapat juga diartikan tingkat kehidupan pada
waktu membina rumah tangga. Grhasta berasal dari kata “grha” yang artinya
rumah, dan “Stha” yang artinya berdiri atau membina. Masa grhasta memiliki
tugas melanjutkan keturunan.
3.
Wana Prastha
Kata wana prastha berasal dari
bahasa sanskerta yang terdiri dari “wana” yang berarti pohon kayu, dan
“prastha” yang berarti berjalan atau berdo’a. Jadi wana prastha adalah hidup
mengasingkan diri ke hutan dalam arti mulai mengurangi ikatan keduniawian.
Manfaatnya ialah:
Ø Untuk
mencapai ketenangan kerohanian
Ø Melepaskan
diri dari keterikatan keduniawian
4.
Bhiksuka
Kata bhiksuka berasal dari kata
bhiksu yang artinya meminta-minta. Bhiksuka ialah tingkat kehidupan yang
melepaskan diri dari ketertarikan keduniawian dan hanya mengabdikan diri
kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Seorang bhiksuka, di dalam menyebarkan ajaran
– ajaran tidak boleh mempunyai apa –apa , makanpun ditanggung oleh siswanya.
Inilah yang dimaksud dengan peminta-minta.
Umat sedharma dalam kasih Ida
Sang Hyang Widhi Wasa yang tyang hormati, dari uraian tadi dapat tyang
simpulkan bahwa Catur Asrama ini sangat penting dalam kehidupan sehari – hari
karena agar kita bisa hidup dengan harmonis, damai dan tenang dalam kehidupan.
Umat sedharma dalam kasih Ida Sang Hyang Widhi
Wasa, mungkin hanya demikian sepatah kata dharma yang dapat tyang sampaikan
pada kesempatan kali ini. Tyang minta maaf yang sebesar-besarnya bila mana
dalam penyampaian tyang tadi terdapat kesalahan-kesalahan baik yang tyang
sengaja maupun yang tidak tyang sengaja karena tyang masih dalam proses
pembelajaran. Akhir kata tyang ucapkan terima kasih dan paramasanthi
Om Santhi, Santhi, Santhi Om
Dok. Made Suwirna
Tidak ada komentar:
Posting Komentar